Penyajian Data & informasi Kesehatan

Kasus Chikungunya di Indonesia Tahun 2010-2019

Oleh kelompok 2

(Sely Julistiani, Respani Fatimah, Ripki Nuralam)

·         PENDAHULUAN

Chikungunya adalah sejenis demam virus yang disebabkan oleh alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies nyamuk Aedes Aigypti. Chikungunya berasal dari kata dalam bahasa Swahili yang berarti melengkung keatas berdasarkan gejala pada penderita yang bentuk tubuhnya melengkuk dan mengacu pada posisi tubuh yang melengkung akibat dari nyeri sendi. Nyamuk Aedes Aegypti ini merupakan perantara virus chikungunya yang dapat menularkan dari satu penderita ke penderita lainnya. (DEPKES RI, 2016).

Manusia yang terinfeksi virus Chikungunya umumnya mengalami nyeri sendi yang hebat disertai sindrom lain seperti demam tinggi, sakit kepla, myalgia, dan terdapat ruam.

·         PEMBAHASAN

Indonesia termasuk negara yang mempunyai beban chikungunya terbesar di Asia Tenggara dan wabah terjadi secara teratur selama hampir setengah abad. Berbeda dengan Demam Berdarah Dangue (DBD) yang sudah dikenal luas, underdiagnosis chikungunya masih sering terjadi di Indonesia. Menurut data World Health Organization (WHO) didapatkan hasil bahwa pada bulan September 2020 terdapat lima kasus chikungunya yang sudah terbukti dengan adanya ciri-ciri seperti nyeri sendi dan badan terasa lemah. Kemudian desember 2020 terdapat 20 kasus terinfeksi chikungunya. Data di tahun 2013 sampai tahun 2018 di beberapa provinsi di Indonesia terjadi kejadian luar biasa Chikungunya dengan jumlah 149.526 kasus tanpa kematian. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit chikungunya di Indonesia tidak terdiagnosis disebabkan karena gejala chikungunya sulit dibedakan atau tumpang tindih dengan Demam Berdarah Dangue (DBD)dan infeksi endemic lainnya.

Adapun Tabel distribusi frekuensi kasus chikungunya di indonesia tahun 2010-2019

NO

TAHUN

KASUS

%

1

2010

52703

59

2

2011

2998

3

3

2012

1831

2

4

2013

15324

17

5

2014

7341

8

6

2015

2255

3

7

2016

1702

2

8

2017

123

0

9

2018

97

0

10

2019

5042

6

Jumlah

89416

100

Sumber: Ditjen P2P Kemenkes RI, 202O

Interpretasi

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi kasus chikungunya di Indonesia tahun 2010-2019 memperlihatkan sebagian besar kasus chikungunya terjadi pada tahun 2010 yaitu sebanyak 52703 kasus atau sebesar 59%, dan sebagian kecil kasus chikungunya terjadi pada tahun 2018 sebanyak 97 serta pada tahun 2017 yaitu sebanyak 123 kasus.

Berikut distribusi kasus chikungunya di indonesia pada tahun 2010-2019  dalam bentuk Diagram Line



·         KESIMPULAN

Indonesia mengalami kejadian luar biasa pada tahun 2013 sampai tahun 2018 di beberapa provinsi di Indonesia terjadi kejadian luar biasa Chikungunya dengan jumlah 149.526 kasus disebabkan salah satu factor yaitu tidak terdiagnosisnya penyakit tersebut dikarenakan gejala penyakit chikungunya tidak bisa dibedakan dengan penyakit Demam Berdarah Dague (DBD). Sehingga untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan Pendidikan ataupun pelatihan bagi tenaga medis terkait penyakit chikungunya ini.

Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya chikungunya yaitu dengan cara selalu menjaga kebersihan, apalagi disaat musim hujan. Pencegahan yang mudah dan murah adalah dengan cara 3 M yaitu Menguras bak mandi, Menutup penampung air serta Mengubur sampah.

·         DAFTAR PUSTAKA

Ditjen P2P Kemenkes RI, 202O

Hamdani, D., Setiawan, H., & Firmasnsyah, A. (2021). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Pencegahan Penyakit Cikungunya Pada Pelajar. 1(20), 21–25.

Pramestuti, N., Zuyina, I., Sari, R., Setiyani, E., Trisnawati, U. F., Lestari, E., Ustiawan, A., Penelitian, B., Banjarnegara, K., Selamanik, J., Banjarnegara, N. A., & Tengah, J. (2021). Gambaran Epidemiologi Peningkatan Kasus Chikungunya di Desa Kajongan Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga Epidemiological Description of Increasing Chikungunya Cases in Kajongan Village , Bojongsari Subdistrict , Purbalingga District kesehatan masya. 127–136.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini